
Gong Perdamaian Dunia atau World Peace Gong dibuat pada akhir tahun
2002 yaitu pasca” Bom
Bali-1” oleh Djuyoto Suntani (Presiden Komite
Perdamaian Dunia) bersama Gde Sumarjaya Linggih (anggota DPR-RI), dan
beberapa tokoh nasional lain seperti Esy Darmadi, Lius Sungkharisma.
Berkat dukungan bapak
Susilo Bambang Yudhoyono (Menkopolkan RI waktu
itu), gong ini akhirnya ditabuh untuk pertama kalinya Presiden dan Wakil
Presiden RI di Bali pada tanggal 31 Desember 2002, tepat pukul 00.00
WITA dihadapan seluruh took bangsa untuk mencanangkan “Tuhan 2003
sebagai tuhan perdamaian
Indonesia”.
Gong Perdamaian Dunia dibunyikan untuk yang kedua kalinya oleh Sekjen
PBB di Geneva(Eropa) pada 5 Februari 2003 untuk membuka acara “Second
Global Summit on World Peace” yang diikuti oleh para tokoh dunia dari
179 negara.
Selanjutnya, Gong perdamaian Dunia kembali disembunyikan untuk yang
ketiga kalinya oleh Presiden RI pada tanggal 14 April 2003 untuk membuka
acara “PATA Conference”yang ke -52 di Bali. Lalu Gong besar ini kembali
disembunyikan untuk yang keempat kalinya oleh Presiden RI dikota
Magelang (
Jawa Tengah) pada tanggal 14 Juni 2003 untuk membuka acara
“Borobudur Internasional Festival”. Selanjutnya, gong ini dibawa
berkeliling dunia guna menggemakan pesan mulia tentang pentingnya
perdamaian bagi seluruh umat manusia dimuka Bumi.
Gong Perdamaian Dunia adalah satu-satunya sarana persaudaraan dan
pemersatu umat manusia diplanet ini. Dengan adanya Gong Perdamaian
Dunia, diharapkan seluruh umat manusia dapat disatukan tanpa mengenal
perbedaan ras, suku, bangsa, idiologi, ataupun sekat-sekat pemisah
lainya , juga, umat manusia diharapkan hanya mengenal satu kesatuan yang
utuh dengan mengatas namakan satu keluarga yang tidak lain
yaitu”kelurga bumi”
Gong Perdamaian Dunia memiliki banyak symbol yang memiliki makna
tersendiri yang dapat mengontrol atau mengakomodir aspirasi dan
kepentingan umat manusia. Pada lingkaran tengahnya terdapat tulisan “
World Peace Gong “, gambar bunga, serta tulisan dalam
bahasa Indonesia
‘Gong Perdamaian Dunia’
Tulisan dan bunga merupakan peneguhan identitas jati diri Gong
Perdamaian. Bahasa inggris ditampilkan karena merupakan bahasa
komunikasi internasional.
Sedangkan bahasa Indonesia dimunculkan untuk menegaskan bahwa sarana
agung ini berhasil dari Indonesia. Sementara gambar bunga digunakan
karena bunga digunakan karena bunga merupakan lambang keindahan,
kebahagian serta perdamaian.
BERASAL DARI GUNUNG MURIA –INDONESIA
Gong Perdamain Dunia paling awal berasal dari Desa Plajan Kecamtan
Pakis Aji Kabupaten Jepara , Jawa Tengah. Gong sakral ini telah berusia
450 tahun dan dijaga oleh ibu Musrini sebagai pewaris milik gong
generasi ketujuh, yang bertempat tinggal Desa Plajan dilereng Barat
Gunung Muria. Gong ini dibuat oleh seorang wali yang berasal dari
kerajaan
Demak dan digunakan sebagai sarana dakwah dalam mengajarkan
agama islam ke daerah pegunungan yang pada waktu itu msyarakatnya masih
menganut kepercayaan animisme,
Tokoh dunia peraih”Nobel perdamaian” yang berkali-kali menjadi
perdana Menteri Israel, Shimon Parez, menyambut Gunung Muria di Jawa
Tengah (Indonesia) memiliki kekuatan aura magis luar biasa. Yesser
Arafat (Presiden Palestina ). Juga peraih” Nobel Perdamaian ,”
mengatakan Gunung Muria merupakan gunung pilihan
Allah untuk dijadikan
gunung perdamaian. Kedua tokoh peraih nobel asal Timur Tengah itu
berpendapat bahwa Gunung Muria yang ada di
Yerusalem (Palestina) karena
memiliki struktur ukuran tinggi dan besar yang sama.
Namun Muria (Moria) berasal dari bahasa ibrani (Ibrahim), bearti
“Pilihan Allah”. Gunung Muriah (Palestina)juga dianggap sebagai tempat
yang sacral, mulai dari Zaman Nabi Ibrahim ,
Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi
Sulaiman(Solomon). Nabi Isa, hingga Nabi Muhammad.