 |
Ilustrasi (istimewa)
|
Sindonews.com - Komite Perdamaian
Dunia, mencanangkan wilayah Jawa Tengah sebagai provinsi perdamaian.
Dipilihnya Jawa Tengah sebagai provinsi perdamaian, karena diyakini
provinsi yang kerap disebut sebagai pakunya
Nusantara ini dulu kala
merupakan tempat hidup Bangsa Lemuria yang merupakan cikal bakal
berbagai peradaban besar di dunia.
Dan untuk menyemarakkan
pencanangan tersebut, Komite Perdamaian Dunia akan mengarak Gong
Perdamaian Dunia (GPD) yang disepakati menjadi satu-satunya simbol
persatuan ke seluruh wilayah Jawa Tengah.
Presiden Komite
Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani mengatakan berdasar hasil penelitian,
60 ribu tahun sebelum Masehi, bumi masih berupa satu daratan. Waktu itu,
ada satu bangsa dengan peradaban besar yakni Lemuria yang diyakini
hidup di kawasan
Gunung Muria, masuk wilayah
Provinsi Jawa Tengah,
Indonesia.
Namun setelah itu, kata Doctor Peradaban Universitas
Hezron Turki ini, muncul Zaman Es. Sekira 40 ribu tahun sebelum masehi
saat Zaman Es Plestosen berakhir, gletser-gletser di kutub mencair, dan
lelehan air pun menyebar ke daratan yang lebih rendah.
Setelah
itu, kawasan yang semula satu daratan terpecah-pecah, ada yang berubah
menjadi pulau-pulau, laut, dan gunung. Bangsa Lemuria pun
terpencar-pencar. Namun dari proses itu, muncullah berbagai suku bangsa
di dunia berikut peradabannya, seperti Peradaban Atlantis, Dravida,
Maya,
Aztek, Inca,
Babilon, India, China, Mesir, Yunani, Romawi, Persia,
Normandia, Viking dan lain sebagainya.
Menurut Doctor Filsafat
Universitas Hebrew Israel ini, meski terpencar-pencar, namun keturunan
Bangsa Lemuria itu meninggalkan jejak di tempat barunya.
Salah satunya
yakni adanya nama Muria di berbagai tempat di dunia. Mulai dari Rajastan
India, Agrego Yunani, New York USA, Jeniro Brazil, Mali Afrika dan lain
sebagainya. Di kawasan Timur Tengah, persisnya antara Jerussalem –
Palestina/Israel juga ada Bukit Moriah (Muria).
“Jadi induk dari
peradaban dunia itu berasal dari Bangsa Lemuria. Kalau soal perubahan
struktur wajah, fisik, warna kulit, bentuk rambut dan lain sebagainya
itu dipengaruhi oleh kondisi cuaca, makanan dan faktor-faktor alam
lainnya,” kata Djuyoto, di
Jepara, Jumat (19/4/2013).
Pencanangan
Jawa Tengah sebagai provinsi perdamaian, kata Djuyoto juga karena GPD
“lahir” di Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Jepara. Saat ini,
GDP yang
menjadi simbol persatuan bangsa sudah tersebar di 37 negara yang ada di
dunia. Sedang Gong Perdamaian Nusantara (GPN) saat ini sudah terpasang
di tiga lokasi di Indonesia. Dan direncanakan hingga akhir tahun ini,
akan terpasang di tiga lokasi lainnya, yakni Kutai Kartanegara,
Palu dan
Istana Negara Jakarta.
Menurut Djuyoto, proses pencanangan
sendiri akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo di Jepara
pada akhir April ini. Setelah pencanangan, gong tersebut akan diarak ke
35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dalam kurun waktu 17 hari.
“Kita
berharap dengan kegiatan itu, maka masyarakat akan semakin memahami
pentingnya perdamaian karena itu adalah salah satu ekspresi bangsa
peradaban besar seperti Bangsa Lemuria,” tandasnya.
(
ysw)